Monthly Archives: September 2015

Apakah Penting Data Pribadi itu…….??

Apakah Penting Data Pribadi itu…….??

 

Apakah penting data pribadi itu? yaa, memang penting data pribadi itu. Data pribadi merupakan informasi yang sangat lengkap yang dimiliki oleh kita sendiri ataupun orang lain. Data pribadi bersifat privasi karena memuat hal-hal penting yang dimiliki setiap orang dan orang lain itu belum tentu boleh melihatnya ataupun membacanya. Berikut ini contoh form data pribadi :

gambar 6

Data pribadi yang seperti diatas adalah contoh data pribadi yang diberikan untuk peserta didik. Data pribadi ini sangat penting bagi seorang pendidik dikarenakan pendidik dapat memahami setiap individu yang bersangkutan dimulai dari Nama, NIM, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Alamat Asal, Alamat Tinggal, No.telephone,Nama ayah, Nama Ibu, dll. Dengan adanya data yang seperti ini setidaknya dapat lebih mudah untuk memahami setiap peserta didik yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan.

Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Layanan Program BK Komprehensif

Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk

Layanan Program BK Komprehensif

Artikel Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas

Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling

Dosen Pengampu : Agus Triyanto, M.Pd.

Disusun Oleh :

Rindhi Rezqi Hertindha (14104241012)

Priska Ajeng Paramitha (14104241013)

Jeehana Dwi Astuti (14104241014)

Boy Haryono (14104241015)

Anastasia Kristanti Nugraheni (14104241016)

Novita Wahyu Nugraeny (14104241017)

Nia Atika Listianingtyas (14104241018)

Anifa Tuzzuhroh Nurbaiti (14104241019)

Elly Kurnia (14104241020)

Anastasia Dwi Anggitasari (14104241021)

Program Studi Bimbingan dan Konseling

Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Yogyakarta

2015

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK

LAYANAN PROGRAM BK KOMPREHENSIF

 

Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling

Menurut Haag dan Keen, Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.

Teknologi informasi diartikan sebagai perpaduan antara teknologi komputer dan telekomunikasi dengan teknologi lainnya seperti perangkat keras, perangkat lunak, database, teknologi jaringan, dan peralatan telekomunikasi lainnya (Sri Maharsi,2000).

Sedangkan menurut Martin, Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyampaikan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Izeere,2011).

Sehingga dapat disumpulkan bahwa teknologi informasi (TI), ialah teknologi yang digunakan untuk menyampaikan informasi melalui teknologi telekomunikasi dan peralatan komunikasi sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami.

Perkembangan TI di Indonesia saat ini sangat berkembang pesat bersamaan dengan penemuan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi dan Komunikasi, sehingga mampu menciptakan alat – alat komunikasi yang sangat mendukung Perkembangan Teknologi Informasi, contohnya saja seperti komunikasi searah maupun dua arah. Selain itu dengan adanya internet di Indonesia sangat memudahkan kita dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam Teknologi Informasi yang berbasis Internet. Salah satu penggunaan teknologi tersebut adalah bidang Bimbingan dan Konseling.

Menurut Prayitno & Erman Amti, bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang-orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. (Syamsul Hadi,2014)

Sedangkan Definisi Konseling menurut James P. Adam yang dikutip oleh Depdikbud, konseling adalah suatu pertalian timbal balik antara dua orang individu antara seorang (konselor) membantu yang lain (konseli) supaya dia dapat lebih baik memahami dirinya dalam hubunganya dengan masalah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan pada waktu yang akan datang. (Wahyu Aris Cahyono,2014)

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian Bimbingan dan Konseling yaitu suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya se-optimal mungkin secara mandiri.

 

Manfaat dan Peran Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling

Beberapa manfaat TI dalam BK yakni, mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan mengolah data, menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya, membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah dalam pelaksanaan konseling, memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima tanpa bertemu secara langsung (E-Counseling),dan menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur. (Agung Primadika, 2015)

Salah satu penerapan teknologi informasi dalam BK diantaranya pada penyelenggaraan dukungan sistem. Dukungan sistem dapat berupa sarana-prasarana, sistem pendidikan, sistem pengajaran, visi-misi sekolah dan lain sebagainya. Berbicara sarana-prasarana, memasuki dunia globalisasi dengan pesatnya teknologi dan luasnya informasi menuntut dunia konseling untuk menyesuaikan dengan lingkungannya agar memenuhi kebutuhan masyarakat luas. (Sulistyorini, 2012)

 

Hubungan Teknologi Informasi dan Bimbingan dan Konseling Komprehensif

Bimbingan dan konseling komperhensif merupakan upaya pemberian bantuan atau layanan untuk peserta didik secara utuh dan keseluruhan yang melibatkan konselor, pimpinan sekolah, guru mata pelajaran, staff administrasi, orang tua, dan masyarakat.

Fokus utama dalam bimbingan dan konseling komprehensif adalah mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik secara optimal. Bimbingan konseling komprehensif bersifat wajib bagi semua peserta didik, artinya siapapun bisa mendapatkan layanan sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya bimbingan konseling komprehensif diharapkan tidak ada lagi anggapan bahwa layanan diberikan hanya untuk peserta didik yang bermasalah. (Desi Mayasari, 2012)

Sekarang ini teknologi sangat dibutuhkan hampir setiap orang, begitu pula dalam progam Bimbingan dan Konseling dalam layanannya. Teknologi informasi dapat digunakan dalam BK komprehensif sebagai penunjang layanan Bimbingan dan Konseling.

Menurut Sugiyatno, teknologi yang dapat digunakan untuk membantu layanan Bimbingan dan Konseling salah satunya dengan computer. Penggunaan computer (internet) dapat memudahkan kita dalam proses layanan konseling dengan E-counseling (elektronik konseling). Teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan untuk dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja konselor.

Pengaruh Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling Komprehensif

Pengaruh teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan termasuk juga pada bimbingan dan konseling. Keberadaan bimbingan konseling supaya tetap diterima dalam masyarakat tentunya juga harus berkolaborasi dengan perkembangan teknologi informasi. Penguasaan teknologi informasi bagi seorang konselor merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar lagi.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pentingnya teknologi informasi dalam bimbingan konseling yaitu: pertama karena perkembangan era globalisasi yang meningkat sehingga menuntut seorang konselor dalam pengusaan teknologi informasi. Kedua karena berkembangnya teknologi informasi mampu membantu konselor dalam melakukan layanan-layanan bimbingan konseling tidak hanya secara langsung tetapi bia juga dengan tidak langsung misalnya konseling melalui telepon, konseling menggunakan surat magnetic (disket ke disket), konseling melalui video phone, konseling melalui internet (e-mail, chating, webcam, jejaring sosial, dan sebagainya) dengan tetap memperhatikan kode etik dalam bimbingan konseling.

Diharapkan bagi konselor supaya mampu menerapkan system yang baik dalam teknologi informasi sehingga layanan-layanan bimbingan konseling bisa diterapkan secara komprehensif. Pesatnya teknologi dan luasnya informasi menuntut dunia BK untuk menyesuaikan dengan lingkungan agar memenuhi kebutuhan masyarakat. Agar bisa bertahan dan diterima oleh masyarakat, maka bimbingan dan konseling harus dapat disajikan dalam bentuk yang efisien dan efektif. (Sulistyorini, 2012)

 

Tujuan TI Bagi Layanan Bimbingan dan Konseling Komprohensif

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi maka menuntut program bimbingan dan konseling agar dapat memberikan layanan yang maksimal sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam blog Sugiyatno, teknologi informasi mempunyai tujuan diantaranya menambah pengetahuan melalui diskusi antar konselor yang dilakukan melalui dunia maya seperti chatting dan email, dapat mengembangkan minat dan potensi setiap siswa melalui media elektronik yang disediakan oleh konselor, dapat menambah informasi mengenai bimbingan dan konseling melalui internet, memberikan informasi kepada konseli tentang apa yang dibutuhkannya melalui teknologi informasi seperti blog,  mempermudah konselor untuk menyusun serta mengolah data konseli, serta dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa melalui e-counseling walaupun ada jarak memisahkan.

Dengan begitu diharapkan teknologi informasi dapat menjembatani antara konselor dan konseli ataupun antar konselor untuk tetap dapat terhubung satu sama lain dan dapat mempermudah tugas konselor dalam proses bimbingan dan konseling.

Kemanfaatan TI Bagi Layanan Bimbingan dan Konseling Komprehensif

Sebagai bentuk nyatanya BK konprehensif memiliki empat program utama yaitu sebagai berikut: a. Pelayanan dasar, b. Pelayanan Responsif, 3. Perencanaan Individual dan, 4. Dukungan Sistem. Pemantauan secara berkala melalui pembinaan oleh konselor dilakukan dengan berinteraksi langsung secara bertatap muka maupun melalui alat komunikasi.

Pada program-program tersebut perlu adanya kesesuaian antara konselor dengan konseli agar konseling dapat berhasil. Peran serta konseli membuka diri terhadap masalah yag dialami sangat dibutuhkan, untuk memperlancar di dalam proses konseling.

 

 

SIMPULAN

 

Bimbingan dan konseling tidak akan dapat berdiri sebagai ilmu sendiri. Bimbingan dan konseling memerlukan bidang penunjang lain yang dibutuhkan agar menjadi ilmu yang memandirikan. Berbagai ilmu menunjang kebutuhan pada bidang bimbingan dan konseling, salah satunya adalah teknologi Informasi. Teknologi informasi yang begitu menarik banyak orang untuk mencapai progres yang sangat dibutuhkan akan sangat membantu bidang lain terutama pada bidang bimbingan dan konseling.

Teknologi Informasi dalam bidang keilmuaan Bimbingan dan konseling sangatah di butuhkan untuk menunjang perkembangan serta kemajuan profesi guru BK. Bimbingan dan Konseling Komprehensif dalam kenyataannya memiliki hubungan timbal balik dengan TI untuk menyempurnakan ilmu masing-masing, sehingga perlu adanya hubungan yang berkesinambungan dan berlanjut dalam pengembangan ilmunya.

Teknologi Informasi sangat membantu berbagai masalah konselor dan konseli untuk melakukan proses konseling serta bimbingan. Dengan adanya kolaborasi antara Teknologi Informasi dengan Bimbingan dan Konseling, maka akan lebih mempermudah konselor untuk melakukan tugasnya. Melalui TI, Bimbingan dan Konseling dapat melaksanakan program-program dengan lebih baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Agung Primadika. (2015). “Fenomena Pemanfaatan TI bagi BK”, (online). http://a-primadika.blogspot.co.id/. Diakses 10 September 2015.

Desi Mayasari. (2012). “Bimbingan dan Konseling Komprehensif”, (online). http://dhesimay.blogspot.com. Diakses: 02 Juli 2012.

Izeere. (2011). “Teknologi Informasi”, (online). http://izeere.blogspot.co.id/2011/09/teknologi-informasi.html. Diakses 10 September 2015.

Sri Maharsi . (2000). “Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Bidang Akuntansi Manajemen”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 2, No. 2, (online). http://stppyogyakarta.ac.id/artikel-ilmiah-dan-ilmiah-populer/artikel-ilmiah-dan-populer-tahun-2013. Diakses 11 September 2015.

Sugiyanto. “Bahan Kuliah 3 TI BK”, (online). http://staff.uny.ac.id/dosen/sugiyanto-mpd. Diakses tanggal 10 September 2015

Sulistyorini. (2012). “Urgensi Penggunaan Teknologi dalam BK”, (online). http://ninishoes.blogspot.co.id/2012/06/makalah-2.html. Diakses tanggal 10 Sepetember 2015.

Syamsul Hadi. (2014). “Pengertian Bimbingan dan Konseling Menurut Para Ahli”, (online).

http://www.maribelajarbk.web.id/2014/11/pengertian-bimbingan-dan-konseling-menurut-ahli.html. Diakses tanggal 9 September 2015.

Wahyu Aris Cahyono. (2014). BIMBINGAN KONSELING (Pengertian, Tujuan, Manfaat, Fungsi, Asas), (online).

http://tholearies.blogspot.com/2014/02/bimbingan-konseling-pengertian-tujuan.html. Diakses tanggal 9 September 2015.

 

 

 

Kuliah Pertama Asesmen Individu Teknik Tes

Kuliah Pertama Asesmen Individu Teknik Tes

Assalamualaikum Wr.wb

Salam Semangat kawan….. J

Jumpa lagi dengan saya,,,, jangan bosan yaa kawan, membaca postingan saya ini…. J

Kali ini saya akan membagikan sedikit ilmu yang saya dapatkan dihari kuliah ke 2 yakni di dalam mata kuliah Asesmen Individu Tenik Tes. Mata kuliah ini diajarkan oleh pak Agus Triyanto M.Pd. Ternyata pak Agus ini mengajarkan 2 mata kuliah di semester 3 ini. Kemarin beliau juga mengajarkan mata kuliah TI dalam BK.  Dalam mata kuliah ini pak Agus langsung memberikan materi-materi karena kemarin sudah perkenalan sehingga langsung masuk pada materi. Dalam mata kuliah Asesmen Individu Teknik Tes pak Agus memberikan materi tentang Tes Psikologis dan Komponen BK komprehensif. Komponen BK komprehensif terdiri dari :

  1. Layanan Dasar ini terdari dari bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, informasi dan orietasi dan pengumpulan data
  2. Responsif
  3. Perencanaan Individual
  4. Dukungan Sistem

Setelah menjelaskan apa saja isi materi yang ada di atas dan sambil bercerita banyak hal waktupun telah habis. Setelah jam kuliah selesai pak agus tak lupa memberika tugas. Tugas kali ini yakni mengumpulkan biodata diri sendiri yang dikirim ke email pak Agus dan itupun dibatasi pada hari selanjutnya pada jam 09.00 WIB. Nah ini lah biodata saya kawan-kawan silahkan dilihat… jangan dilihat fotonya yaa…. JJ

gambar 5

 

Udah yaa kawan,,, besok nyambung lagi dengan posting-postingan saya ,,jangan bosen membaca yaa,,,,

Salam Semangat kawan ….

Wassalamualaikum wr.wb

 

Management File

Management File

gambar 1

Inilah file-file mata kuliah saya. Semenjak saya semester 1-2 dan sekarang saya semester 3. Saya selalu menyimpan materi-materi ataupun tugas dari setiap mata kuliah didalamnya. Disetiap folder itu berisikan sub-folder dari mata kuliah yang saya dapatkan selama ini.

gambar 2

Pada semester 1 saya mendapat mata kuliah yang terdiri dari mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar (IAD), Ilmu Pendidikan, Kesehatan Mental, Komunikasi Antar Pribadi, MKU Pendidikan Agama Islam, Pengantar Bimbingan Konseling, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja, Psikologi Perkembangan Dewasa & Lansia dan mata kuliah yang terakhir adalah Psikologi Umum.

gambar 3

Inilah foder mata kuliah saya pada semester 2. Pada semester 2 ini saya mendapat mata kuliah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, BK Belajar, BK Pribadi dan Sosial (Prisos), Filsafat Pendidikan, Psikologi Sosial, Pancasila, Penulisan Karya Ilmiah (IAD), Psikologi Kepribadian, Sosio Antropologi, dan yang terakhir yakni Statistika.

gambar 4

Dan yang terkhir ini adalah folder semester 3 saya. Pada semester 3 ini, saya sedang mempelajari mata kuliah yakni mata kuliah Analisis Data Non Parametik, Asesmen Individual Teknik Tes, BK Karier, Epistemologi dan Logika Pendidikan, PKN, Psikologi Abnormal dan Klinis, Psikologi Pendidikan, Teknik Bimbingan, Teori dan Pendekatan Konseling dan yang terakhir yakni Teknologi Informasi dalam BK.

Management file sangat bermanfaat bagi kita, karena itu dapat membantu kita mengelompokan setiap file-file penting yang disimpan dan tertata rapi. Sehingga bila suatu saat kita membutuhkan file-file itu kita dapat mudah mencarinya. Untuk itu mulailah dari sekarang kita biasakan hidup yang lebih disiplin dan tertata rapi menggunakan management file yang baik.

Semangat JJ……!!

Gunakanlah management file yang baik yaaa….. J

Kesan Pertama Masuk Kuliah Semester 3

Assalamualaikum wr.wb

Salam semangat kawan….. J

7 september 2015 hari pertama aku masuk kuliah setelah 2 bulan libur lebaran. Mata kuliah pertama yang aku dapatkan yaitu mata kuliah Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling. Mata kuliah ini diampu oleh pak Agus Triyanto M,Pd. Pertama kuliah sih.. biasa aja seperti kuliah semester-semester sebelumnya.. yang pastinya perkenalan dulu yaa.. teman-teman.

Pak Agus Triyanto orangnya sangat baik, beliau juga berbagi banyak cerita tentang keluarganya. Setelah perkenal pak Agus langsung memberikan materi-materi kuliah tetapi tidak langsung banyak sih..Cuma konsep-konsep dasar tentang Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling. Pak Agus juga tak lupa memberikan kontrak kulaih yakni :

  1. Pembagian Kuliah 2 SKS secara teori dan praktek (lebih banyak praktek).
  2. Tidak boleh terlambat, masuk kelas 07.15
  3. Penilaian terdiri dari tugas, portofolio, dan Presensi kehadiran.
  4. Setiap kuliah selesai ada tugas yang dikumpulkan minggu depan.

Setelah pembahasan kontrak kuliah pak Agus langsung memberikan tugas untuk kami yang dikumpulkan minggu depan. hehe… sebel sih, baru minggu pertama kuliah sudah ada tugas, tapi gak papa sih namanya juga mencari ilmu. Semisal ada tugas seperti ini kan kita bisa menambah ilmu yang belum tentu diajarkan oleh dosen-dosen. Tugas yang diberikan pak Agus yakni membuat artikel terkait dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dalam BK :

  1. Pemanfaatan TI untuk asesmen BK.
  2. Pemanfaatan TI untuk layanan BK.
  3. Pemanfaatan TI untuk menunjang perkulihan bidang S1 BK.
  4. Pemanfaatan TI untuk mengembangkan Profesionalitas konselor.

Wahhh…. banyak banget yaa.. ternyata pak Agus memberikan tugas itu dibentuk kelompok. Syukur banget dehh..kirain disuruh ngerjain sendiri yaa nbanyak banget. Aku mendapat materi pemanfaatan TI untuk layanan BK. Tugas ini bentuknya artikel yang dikumpulkan 14 september 2015. Di kumpulkan dalam bentuk hard file dan soft file. Soft file dikirim ke email pak Agus. Inilah cerita sedikitku saat masuk kuliah semester 3 teman…sambung besok lagi yaa teman-teman..

Salam semangat kawan.. JJ

Wassalamualaikum Wr.wb