Mendownload E-book

jumpa lagi dengan saya 🙂

nah kemarin kita diajarkan untuk membuat booklet, sekarang dipertemuan ke 10 ini kami diajarkan untuk mendownload buku-buku dari internet. Untuk mengetahui bagaimana caranya mendownload, lihatlah cara-cara berikut ini :

Cara mendownload e-book :

1.Ketiklah alamat gen.lib.rus.ec pada URL lalu enter.ebook 1

2. Setelah itu akan muncul seperti ini, dan bisa menuliskan keyword tentang buku yang akan dicari.

ebook 2

3. Contohnya kita akan mencari buku tentang konseling, maka kita tuliskan pada keywordnya counseling                                                         .ebook 3

4. Setelah itu kita akan menemukan beberapa judul buku yang akan kita cari dan langsung bisa di download.                                                            .ebook 4

nah, itu tadi bagaimana cara mendownload buku-buku di internet. Selamat mencoba ya..:)

Cara Membuat Booklet

Jumpa Lagi, dengan saya,,,, 🙂                                                                                                                                Kemarin saya posting apa itu tentang pengembangan leaflet untuk proses layanan BK. Nah, kali ini saya akan memeberi tahu, bahwa layanan BK bukan hanya berbentuk Leaflet saja tetapi  ada Booklet. Booklet adalah buku berukuran kecil (setengah kuarto) dan tipis, tidak lebih dari 30 halaman bolak-balik, yang berisi tulisan dan gambar-gambar. Ada yang mengatakan bahwa istilah booklet berasal dari buku dan leaflet, artinya media booklet merupakan perpaduan antara leaflet dengan buku atau sebuah buku dengan format (ukuran) kecil seperti leaflet. Sudah tahu kan,,,, apa itu booklet ???                                                    yuk,, mari kita lihat bagaimana caranya membuat booklet :

  1. Siapkan materi yang akan dibuat booklet. contohnya seperti ini :bk 1
  2. Setelah materi didapat kemudian Klik–> lyout ubah colom menjadi 1 bk 2
  3. Setelah diubah akan menjadi seperti ini :bk 3
  4. Supaya terlihat rapi maka, ubahlah formatnya seperti gamabar dibawah ini :bk 4
  5. Nah,, kalau sudah dirapikan akan seperti  gambar dibawah ini :bk 5                                                                                  kalau sudah rapi seperti gambar diatas jangan lupa untuk menaruh covernya dihalaman awal, supaya tidak bingung untuk membacanya.                                                   okey,,,!! mudahkan caranya untuk membuat booklet,,                                                                Selamat mencobaa,,, 🙂

Cara Membuat Leaflet

nah,, kembali lagi dengan saya.  Di sini, saya akan melanjutkan postingan kemarin yaitu cara membuat leaflet dengan Ms.Word … simak baik-baik yaa,,,,,

  1. Pertama buatlah materi yang akan di buat menjadi leaflet. contonya seperti ini : t.leflaet 1
  2. Setelah materi didapat, lalu mulailah pengaturan. pertama klik page lyout –> marginnya diubah seperti gambar dibawah ini :t.leflet 2
  3. Setelah itu, Klik –> paper dan diubah menjadi ukuran kertas A4 . seperti gambar dibawah ini :                                                                       t.leflet 3
  4. Setelah diubah ukurannya. Klik–> lyout dan ubah  header dan Footer menjadi 0. seperti gambar dibawah ini :                             t.leflet 4
  5. Setelah semua dilakukan akan didapatkan gambar seperti dibawah ini :t.leflet 5
  6. Setelah itu Dibagi menjadi 3 colom. caranya seperti dibawah ini :t.leflet 6
  7. Nah,, setelah dibagi menjadi 3 colom. akan menjadi seperti ini :t.leflet 7
  8. Agar kelihatan enak dibaca dan mengasikkan bisa ditambahkan gambar-gambar yang lucu, seperti ini :                                      t.leflet 8
  9. Dan yang terkhir jangan lupa cantumkan identitas pembuat leaflet, seperti ini :t.leflet 9                                                                                     Nahh,,,, itu tadi cara-cara untuk membuat leaflet. Selamat mencoba 🙂

Pengembangan Leaflet Untuk Proses Layanan BK

Taukah apa yang dimaksud leaflet itu ? Leaflet adalah sebuah informasi yang dicetak di selembar kertas kecil agar mudah dibagikan dan dibawa orang. Terkadang, selembar leaflet dilipat menjadi dua atau tiga supaya terlihat lebih ringkas dan praktis. Tujuan dari leaflet adalah untuk menyebar luaskan suatu informasi. Leaflet biasanya dicetak dalam jumlah banyak dan dibagikan ke masyarakat yang menjadi target penyampaian informasinya.  Nah disini saya membuat leaflet untuk mengembangkan prosesi layanan BK. Leflet yang saya buat ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri untuk para pembacanya, leaflet yang saya buat berjudul “Gali Potensimu Dengan Percaya Diri”. Leflet ini saya buat untuk membantu siswa-siswi agar membaca tips-tips dalam menumbuhkan rasa percaya diri mereka agar tidak minder. Untuk itu lihat dan baca contoh pengembangan leaflet yang saya buat.

leaflet 1

leaflet 2

Nah itu tadi adalah contoh leaflet yang saya buat, selamat mencoba dan menarik pesrta didik anda dengan menggunakan leaflet yang berkreasi dan penuh warna.

Gali Potensimu dengan Percaya Diri

Gali Potensimu dengan Percaya Diri

images

Saya percaya kalau masing-masing orang punya potensi yang hebat. Saya juga percaya bahwa orang dengan passion akan sesuatu bisa jauh melebihi orang yang mempunyai bakat. Semua hanya butuh keberanian. Percaya diri adalah salah satu cara untuk berani dan menunjukan potensi. Saya menyadari bahwa dalam menunjukan potensi yang ada pada diri saya ada begitu banyak hambatan dan rintangan yang sangat berpengaruh. Untuk itu saya terkadang bingung dalam betindak, karena takut gagal. Mau memutuskan, takut salah. Mau mencoba, takut resiko. Jika merasa bermasalah dengan percaya diri maka gali terus semua cara untuk mengatasi rasa percaya diri atau menumbuhkan rasa percaya diri supaya potensi yang dimiliki bisa lebih tereksplor. Mari untuk itu kita mulai proses membangun rasa Percaya Diri. Untuk itu lihat dan baca tips-tips atau cara untuk menumbuhkan dan membangkitkan rasa percaya diri :

  1. Berani menerima tanggung jawab
    Salah satu kunci untuk menumbuhkan rasa percaya diri yaitu berani menerima resiko dampak atau akibat yang akan terjadi. Ketika kita berani untuk mengambil resiko dan berani bertanggung jawab maka kita akan lebih meanambah pengalaman. Pengalaman-pengalaman yang kita peroleh akan membantu kita lebih percaya diri dalam mengambil dan berani dalam bertanggung jawab.
  2. Kembangkan nilai positif.

Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala kita mengembangkan nilai-nilai positif pada diri sendiri. Pemikiran positif seperti itu perlu dibangun, untuk mengusir segala pikiran yang buruk, yang menyeret kepada kesengsaraan dan kedukaan. Menurut psikolog Robert Anthony, PhD., salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Dengan pikiran yang positif dan jernih kejadian sulit tak akan membuat anda takluk dan menyerah. Meskipun pahit penderitaan akan menghasilkan buah yang istimewa bagi pikiran dan jiwa.

  1. Bacalah potensi diri.
    Segeralah lacak, gali, dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi kita. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita sadari, sehingga tidak berhasil kita gali.
  2. Berani mengambil risiko.
    Keberanian dalam mengambil risiko ini penting, sebab dari pada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil risiko yang masuk akal. Cobalah menerima tantangan, kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin. Dengan melakukan hal ini, kita akan mendapat banyak peluang yang tak ternilai harganya. Namun jangan lupa, ketika mencoba sesuatu kita harus siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan. Kalau hasilnya tak sesuai dengan keinginan, tetapi kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba.
  3. Tolaklah saran negatif 

Tidak semua orang di sekitar kita memberikan dorongan, dukungan, dan bersikap positif pada kita. Sebagian dari orang yang ada di sekitar kita mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tak jarang malah melunturkan rasa percaya diri kita dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman, dan aspirasi-aspirasi kita. Dengan demikian, mungkin ada baiknya jika kita sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang mencoba melunturkan kepercayaan diri kita.

  1. Ikuti saran positif.
    Rasa percaya diri merupakan sifat “menular”. Artinya, jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat, optimis, dsb, maka kita memiliki kecenderungan untuk meniru sifat tersebut. Karena itu, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, Insya Allah semangatnya akan menular kepada diri kita.
  2. Jadikan keresahan sebagai kawan .

Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat kita mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya, kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah kita harus mulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan, dan kembangkan pancaindera. Dari pada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia, lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif.

Semua orang bilang bahwa dengan percaya diri bisa dilakukan. Tetapi dengan percaya diri saja semua itu tidaklah cukup, harus ditambah dengan usaha yang sungguh-sungguh baru kemudian timbul percaya diri yang baik. Banyak orang yang sudah berusaha dengan sungguh-sungguh tetapi masih merasa takut untuk tampil. Hal ini biasa terjadi. Anda kalau mengalamai hal tersebut tidak perlu kawatir. Yang penting rasa takut itu justru menjadkan Anda untuk hati-hati sehingga tidak melakukan kesalahan. Jadi rasa takut tersebut dianggap sebagai pendorong, bukan penghambat.

 

sumber :

https://windalove.wordpress.com/2008/08/04/teknik-teknik-membangkitkan-percaya-diri/

http://jmaxindonesia.com/content/6-cara-untuk-menumbuhkan-rasa-percaya-diri

http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/edukasi.net/Peng.Pop/Kiat.Belajar/Membangun.Rasa.Percaya.Diri/all.htm

http://www.wiranurmansyah.com/yuk-kenali-potensi-dirimu

 

Apakah Penting Data Pribadi itu…….??

Apakah Penting Data Pribadi itu…….??

 

Apakah penting data pribadi itu? yaa, memang penting data pribadi itu. Data pribadi merupakan informasi yang sangat lengkap yang dimiliki oleh kita sendiri ataupun orang lain. Data pribadi bersifat privasi karena memuat hal-hal penting yang dimiliki setiap orang dan orang lain itu belum tentu boleh melihatnya ataupun membacanya. Berikut ini contoh form data pribadi :

gambar 6

Data pribadi yang seperti diatas adalah contoh data pribadi yang diberikan untuk peserta didik. Data pribadi ini sangat penting bagi seorang pendidik dikarenakan pendidik dapat memahami setiap individu yang bersangkutan dimulai dari Nama, NIM, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Alamat Asal, Alamat Tinggal, No.telephone,Nama ayah, Nama Ibu, dll. Dengan adanya data yang seperti ini setidaknya dapat lebih mudah untuk memahami setiap peserta didik yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan.

Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Layanan Program BK Komprehensif

Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk

Layanan Program BK Komprehensif

Artikel Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas

Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling

Dosen Pengampu : Agus Triyanto, M.Pd.

Disusun Oleh :

Rindhi Rezqi Hertindha (14104241012)

Priska Ajeng Paramitha (14104241013)

Jeehana Dwi Astuti (14104241014)

Boy Haryono (14104241015)

Anastasia Kristanti Nugraheni (14104241016)

Novita Wahyu Nugraeny (14104241017)

Nia Atika Listianingtyas (14104241018)

Anifa Tuzzuhroh Nurbaiti (14104241019)

Elly Kurnia (14104241020)

Anastasia Dwi Anggitasari (14104241021)

Program Studi Bimbingan dan Konseling

Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Yogyakarta

2015

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK

LAYANAN PROGRAM BK KOMPREHENSIF

 

Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling

Menurut Haag dan Keen, Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.

Teknologi informasi diartikan sebagai perpaduan antara teknologi komputer dan telekomunikasi dengan teknologi lainnya seperti perangkat keras, perangkat lunak, database, teknologi jaringan, dan peralatan telekomunikasi lainnya (Sri Maharsi,2000).

Sedangkan menurut Martin, Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyampaikan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Izeere,2011).

Sehingga dapat disumpulkan bahwa teknologi informasi (TI), ialah teknologi yang digunakan untuk menyampaikan informasi melalui teknologi telekomunikasi dan peralatan komunikasi sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami.

Perkembangan TI di Indonesia saat ini sangat berkembang pesat bersamaan dengan penemuan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi dan Komunikasi, sehingga mampu menciptakan alat – alat komunikasi yang sangat mendukung Perkembangan Teknologi Informasi, contohnya saja seperti komunikasi searah maupun dua arah. Selain itu dengan adanya internet di Indonesia sangat memudahkan kita dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam Teknologi Informasi yang berbasis Internet. Salah satu penggunaan teknologi tersebut adalah bidang Bimbingan dan Konseling.

Menurut Prayitno & Erman Amti, bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang-orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. (Syamsul Hadi,2014)

Sedangkan Definisi Konseling menurut James P. Adam yang dikutip oleh Depdikbud, konseling adalah suatu pertalian timbal balik antara dua orang individu antara seorang (konselor) membantu yang lain (konseli) supaya dia dapat lebih baik memahami dirinya dalam hubunganya dengan masalah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan pada waktu yang akan datang. (Wahyu Aris Cahyono,2014)

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian Bimbingan dan Konseling yaitu suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya se-optimal mungkin secara mandiri.

 

Manfaat dan Peran Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling

Beberapa manfaat TI dalam BK yakni, mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan mengolah data, menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya, membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah dalam pelaksanaan konseling, memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima tanpa bertemu secara langsung (E-Counseling),dan menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur. (Agung Primadika, 2015)

Salah satu penerapan teknologi informasi dalam BK diantaranya pada penyelenggaraan dukungan sistem. Dukungan sistem dapat berupa sarana-prasarana, sistem pendidikan, sistem pengajaran, visi-misi sekolah dan lain sebagainya. Berbicara sarana-prasarana, memasuki dunia globalisasi dengan pesatnya teknologi dan luasnya informasi menuntut dunia konseling untuk menyesuaikan dengan lingkungannya agar memenuhi kebutuhan masyarakat luas. (Sulistyorini, 2012)

 

Hubungan Teknologi Informasi dan Bimbingan dan Konseling Komprehensif

Bimbingan dan konseling komperhensif merupakan upaya pemberian bantuan atau layanan untuk peserta didik secara utuh dan keseluruhan yang melibatkan konselor, pimpinan sekolah, guru mata pelajaran, staff administrasi, orang tua, dan masyarakat.

Fokus utama dalam bimbingan dan konseling komprehensif adalah mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik secara optimal. Bimbingan konseling komprehensif bersifat wajib bagi semua peserta didik, artinya siapapun bisa mendapatkan layanan sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya bimbingan konseling komprehensif diharapkan tidak ada lagi anggapan bahwa layanan diberikan hanya untuk peserta didik yang bermasalah. (Desi Mayasari, 2012)

Sekarang ini teknologi sangat dibutuhkan hampir setiap orang, begitu pula dalam progam Bimbingan dan Konseling dalam layanannya. Teknologi informasi dapat digunakan dalam BK komprehensif sebagai penunjang layanan Bimbingan dan Konseling.

Menurut Sugiyatno, teknologi yang dapat digunakan untuk membantu layanan Bimbingan dan Konseling salah satunya dengan computer. Penggunaan computer (internet) dapat memudahkan kita dalam proses layanan konseling dengan E-counseling (elektronik konseling). Teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan untuk dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja konselor.

Pengaruh Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling Komprehensif

Pengaruh teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan termasuk juga pada bimbingan dan konseling. Keberadaan bimbingan konseling supaya tetap diterima dalam masyarakat tentunya juga harus berkolaborasi dengan perkembangan teknologi informasi. Penguasaan teknologi informasi bagi seorang konselor merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar lagi.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pentingnya teknologi informasi dalam bimbingan konseling yaitu: pertama karena perkembangan era globalisasi yang meningkat sehingga menuntut seorang konselor dalam pengusaan teknologi informasi. Kedua karena berkembangnya teknologi informasi mampu membantu konselor dalam melakukan layanan-layanan bimbingan konseling tidak hanya secara langsung tetapi bia juga dengan tidak langsung misalnya konseling melalui telepon, konseling menggunakan surat magnetic (disket ke disket), konseling melalui video phone, konseling melalui internet (e-mail, chating, webcam, jejaring sosial, dan sebagainya) dengan tetap memperhatikan kode etik dalam bimbingan konseling.

Diharapkan bagi konselor supaya mampu menerapkan system yang baik dalam teknologi informasi sehingga layanan-layanan bimbingan konseling bisa diterapkan secara komprehensif. Pesatnya teknologi dan luasnya informasi menuntut dunia BK untuk menyesuaikan dengan lingkungan agar memenuhi kebutuhan masyarakat. Agar bisa bertahan dan diterima oleh masyarakat, maka bimbingan dan konseling harus dapat disajikan dalam bentuk yang efisien dan efektif. (Sulistyorini, 2012)

 

Tujuan TI Bagi Layanan Bimbingan dan Konseling Komprohensif

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi maka menuntut program bimbingan dan konseling agar dapat memberikan layanan yang maksimal sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam blog Sugiyatno, teknologi informasi mempunyai tujuan diantaranya menambah pengetahuan melalui diskusi antar konselor yang dilakukan melalui dunia maya seperti chatting dan email, dapat mengembangkan minat dan potensi setiap siswa melalui media elektronik yang disediakan oleh konselor, dapat menambah informasi mengenai bimbingan dan konseling melalui internet, memberikan informasi kepada konseli tentang apa yang dibutuhkannya melalui teknologi informasi seperti blog,  mempermudah konselor untuk menyusun serta mengolah data konseli, serta dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa melalui e-counseling walaupun ada jarak memisahkan.

Dengan begitu diharapkan teknologi informasi dapat menjembatani antara konselor dan konseli ataupun antar konselor untuk tetap dapat terhubung satu sama lain dan dapat mempermudah tugas konselor dalam proses bimbingan dan konseling.

Kemanfaatan TI Bagi Layanan Bimbingan dan Konseling Komprehensif

Sebagai bentuk nyatanya BK konprehensif memiliki empat program utama yaitu sebagai berikut: a. Pelayanan dasar, b. Pelayanan Responsif, 3. Perencanaan Individual dan, 4. Dukungan Sistem. Pemantauan secara berkala melalui pembinaan oleh konselor dilakukan dengan berinteraksi langsung secara bertatap muka maupun melalui alat komunikasi.

Pada program-program tersebut perlu adanya kesesuaian antara konselor dengan konseli agar konseling dapat berhasil. Peran serta konseli membuka diri terhadap masalah yag dialami sangat dibutuhkan, untuk memperlancar di dalam proses konseling.

 

 

SIMPULAN

 

Bimbingan dan konseling tidak akan dapat berdiri sebagai ilmu sendiri. Bimbingan dan konseling memerlukan bidang penunjang lain yang dibutuhkan agar menjadi ilmu yang memandirikan. Berbagai ilmu menunjang kebutuhan pada bidang bimbingan dan konseling, salah satunya adalah teknologi Informasi. Teknologi informasi yang begitu menarik banyak orang untuk mencapai progres yang sangat dibutuhkan akan sangat membantu bidang lain terutama pada bidang bimbingan dan konseling.

Teknologi Informasi dalam bidang keilmuaan Bimbingan dan konseling sangatah di butuhkan untuk menunjang perkembangan serta kemajuan profesi guru BK. Bimbingan dan Konseling Komprehensif dalam kenyataannya memiliki hubungan timbal balik dengan TI untuk menyempurnakan ilmu masing-masing, sehingga perlu adanya hubungan yang berkesinambungan dan berlanjut dalam pengembangan ilmunya.

Teknologi Informasi sangat membantu berbagai masalah konselor dan konseli untuk melakukan proses konseling serta bimbingan. Dengan adanya kolaborasi antara Teknologi Informasi dengan Bimbingan dan Konseling, maka akan lebih mempermudah konselor untuk melakukan tugasnya. Melalui TI, Bimbingan dan Konseling dapat melaksanakan program-program dengan lebih baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Agung Primadika. (2015). “Fenomena Pemanfaatan TI bagi BK”, (online). http://a-primadika.blogspot.co.id/. Diakses 10 September 2015.

Desi Mayasari. (2012). “Bimbingan dan Konseling Komprehensif”, (online). http://dhesimay.blogspot.com. Diakses: 02 Juli 2012.

Izeere. (2011). “Teknologi Informasi”, (online). http://izeere.blogspot.co.id/2011/09/teknologi-informasi.html. Diakses 10 September 2015.

Sri Maharsi . (2000). “Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Bidang Akuntansi Manajemen”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 2, No. 2, (online). http://stppyogyakarta.ac.id/artikel-ilmiah-dan-ilmiah-populer/artikel-ilmiah-dan-populer-tahun-2013. Diakses 11 September 2015.

Sugiyanto. “Bahan Kuliah 3 TI BK”, (online). http://staff.uny.ac.id/dosen/sugiyanto-mpd. Diakses tanggal 10 September 2015

Sulistyorini. (2012). “Urgensi Penggunaan Teknologi dalam BK”, (online). http://ninishoes.blogspot.co.id/2012/06/makalah-2.html. Diakses tanggal 10 Sepetember 2015.

Syamsul Hadi. (2014). “Pengertian Bimbingan dan Konseling Menurut Para Ahli”, (online).

http://www.maribelajarbk.web.id/2014/11/pengertian-bimbingan-dan-konseling-menurut-ahli.html. Diakses tanggal 9 September 2015.

Wahyu Aris Cahyono. (2014). BIMBINGAN KONSELING (Pengertian, Tujuan, Manfaat, Fungsi, Asas), (online).

http://tholearies.blogspot.com/2014/02/bimbingan-konseling-pengertian-tujuan.html. Diakses tanggal 9 September 2015.

 

 

 

Kuliah Pertama Asesmen Individu Teknik Tes

Kuliah Pertama Asesmen Individu Teknik Tes

Assalamualaikum Wr.wb

Salam Semangat kawan….. J

Jumpa lagi dengan saya,,,, jangan bosan yaa kawan, membaca postingan saya ini…. J

Kali ini saya akan membagikan sedikit ilmu yang saya dapatkan dihari kuliah ke 2 yakni di dalam mata kuliah Asesmen Individu Tenik Tes. Mata kuliah ini diajarkan oleh pak Agus Triyanto M.Pd. Ternyata pak Agus ini mengajarkan 2 mata kuliah di semester 3 ini. Kemarin beliau juga mengajarkan mata kuliah TI dalam BK.  Dalam mata kuliah ini pak Agus langsung memberikan materi-materi karena kemarin sudah perkenalan sehingga langsung masuk pada materi. Dalam mata kuliah Asesmen Individu Teknik Tes pak Agus memberikan materi tentang Tes Psikologis dan Komponen BK komprehensif. Komponen BK komprehensif terdiri dari :

  1. Layanan Dasar ini terdari dari bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, informasi dan orietasi dan pengumpulan data
  2. Responsif
  3. Perencanaan Individual
  4. Dukungan Sistem

Setelah menjelaskan apa saja isi materi yang ada di atas dan sambil bercerita banyak hal waktupun telah habis. Setelah jam kuliah selesai pak agus tak lupa memberika tugas. Tugas kali ini yakni mengumpulkan biodata diri sendiri yang dikirim ke email pak Agus dan itupun dibatasi pada hari selanjutnya pada jam 09.00 WIB. Nah ini lah biodata saya kawan-kawan silahkan dilihat… jangan dilihat fotonya yaa…. JJ

gambar 5

 

Udah yaa kawan,,, besok nyambung lagi dengan posting-postingan saya ,,jangan bosen membaca yaa,,,,

Salam Semangat kawan ….

Wassalamualaikum wr.wb

 

Management File

Management File

gambar 1

Inilah file-file mata kuliah saya. Semenjak saya semester 1-2 dan sekarang saya semester 3. Saya selalu menyimpan materi-materi ataupun tugas dari setiap mata kuliah didalamnya. Disetiap folder itu berisikan sub-folder dari mata kuliah yang saya dapatkan selama ini.

gambar 2

Pada semester 1 saya mendapat mata kuliah yang terdiri dari mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar (IAD), Ilmu Pendidikan, Kesehatan Mental, Komunikasi Antar Pribadi, MKU Pendidikan Agama Islam, Pengantar Bimbingan Konseling, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja, Psikologi Perkembangan Dewasa & Lansia dan mata kuliah yang terakhir adalah Psikologi Umum.

gambar 3

Inilah foder mata kuliah saya pada semester 2. Pada semester 2 ini saya mendapat mata kuliah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, BK Belajar, BK Pribadi dan Sosial (Prisos), Filsafat Pendidikan, Psikologi Sosial, Pancasila, Penulisan Karya Ilmiah (IAD), Psikologi Kepribadian, Sosio Antropologi, dan yang terakhir yakni Statistika.

gambar 4

Dan yang terkhir ini adalah folder semester 3 saya. Pada semester 3 ini, saya sedang mempelajari mata kuliah yakni mata kuliah Analisis Data Non Parametik, Asesmen Individual Teknik Tes, BK Karier, Epistemologi dan Logika Pendidikan, PKN, Psikologi Abnormal dan Klinis, Psikologi Pendidikan, Teknik Bimbingan, Teori dan Pendekatan Konseling dan yang terakhir yakni Teknologi Informasi dalam BK.

Management file sangat bermanfaat bagi kita, karena itu dapat membantu kita mengelompokan setiap file-file penting yang disimpan dan tertata rapi. Sehingga bila suatu saat kita membutuhkan file-file itu kita dapat mudah mencarinya. Untuk itu mulailah dari sekarang kita biasakan hidup yang lebih disiplin dan tertata rapi menggunakan management file yang baik.

Semangat JJ……!!

Gunakanlah management file yang baik yaaa….. J